Sabtu Tanggal 24 Mei ini di Solo akan digelar Solo Blues Festival dengan menampilkan al. Ginda Bestari dan Rama Satria and The Electric Mojos @ Bagi warga Surabaya yang ingin nge Blues bisa datang ke Rodo Cafe di Jl Arif Rahman Hakim, tiap Kamis malam pada acara regular dari Surabaya Blues Community@ Per Januari 2014 BLUES SONORA di Radio Sonora Bandung 93,3 FM mengudara tiap hari Jum'at mulai pukul 21.00 -24.00 WIB. @YANG INGIN TAHU BREAKING NEWS BLUES follow twitter @onestopblues

TENTANG PENULIS

Well, apa yang bisa saya katakan….saya adalah seorang penggemar musik, yang ketika kecil di kala mau tidur suka mendengar lagu-lagu yang diputar dari piringan hitam oleh ayah saya. Koes Bersaudara, Teti Kadi, Erni Johan yang biasa diiringi oleh Zaenal Combo pimpinan Zaenal Arifin (begitu yang tertera di cover Piringan Hitamnya), Oslan Husein dan lain-lain. Sementara ketika beranjak sedikit besar mulai mendengar Beatles, Marbles dan lain-lain dari Radio. Dari TV, yang saat itu baru ada satu chanel, TVRI  yang hitam putih alias tidak berwarna, sangat menyukai acara musik, terutama kelompok the Disc, pimpinan Arnold Portier, yang di grup ini juga ada Andiyono Arie pemain organnya yang terkenal. Di TVRI di The Disc membawakan lagu Blood Sweat Tears, “Go Down Gamblin” yang masih saya ingat sampai sekarang, begitu juga ketika mereka membawakan lagu “Put It it on, And Take it On Me” dari Buddy Miles.  Saya juga suka acara Beat Club dan Nada dan Improvisasi yang dibawakan oleh Jack Lesmana. Saya juga suka acara Tom Jones Show.

Tapi diluar semua itu, saya juga suka LED ZEPPELIN dan DEEP PURPLE,

Bersama Billy Cobham
Bersama Billy Cobham

inilah yang kemudian membuka pintu saya ke lautan musik yang sangat luas. Lagu Led Zeppelin yang pertama kali saya kenal adalah “Whole Lotta Love”, kemudian semua lagu yang ada di album Led Zeppelin (1). Dari  Deep Purple yang pertama kali saya suka adalah lagu “Speed King” kemudian “Blood Sucker,” ‘Flight Of The Ratt”- album Deep Purple In Rock. Kemudian beranjak ke grup-grup sejenis, Lucifer’s Frend, Uriah Heep. Lalu menyukai Chicago, Chase, Blood Sweat, Mogul Thrass dll- Jazz rock dengan Brass Section. Oh ya Tower of Power juga. Kemudian  Yes, Genesis, Rick Wakeman. Belakangan juga Return To Forever, Chick Corea, Al Dimiola, Stanley Clark, Tonny William. Billy Cobham. dll. Tentu saya juga pembaca setia AKTUIL, sekaligus juga suka  The Rollies, SAS dan (pernah) suka God Bless.

BLUES saya kenal paling akhir, di saat usia saya mendekati 30, di awal tahun 90 an. Tepatnya mulai akhir tahun 1991, ketika saya mendapat tawaran untuk siaran Blues di radio Mara Bandung. Saat itu saya menjadi penulis masalah musik (lepas)  di Pikiran Rakyat edisi Minggu, saya menulis masalah jazz, klasik dan tentu saja rock.  Saya siaran berpasangan dengan orang yang 10 tahun lebih tua usianya dari saya, yang sudah pernah berpengalaman siaran blues di tahun 70 an. Tapi saya cepat belajar, saya sudah terbiasa membaca majalah Down Beat, kemudian di tahun 90 an saya juga membaca majalah Guitar World, Guitar Player ( pada awal tahun 90 an banyak menulis mengenai blues)  yang menambah pengetahuan saya tentang blues. Dan yang tak kalah penting di radio Maralah saya berkenalan dengan Dieter Mack, Profesor Musik ( Musikolog) dari Jerman, yang saat itu menjadi staf pengajar luar biasa di UPI (IKIP) Bandung.  Saya berteman dan sering berdiskusi, yang membuat saya, paling tidak, faham terhadap essensi musik.

foto diri (Hyat)

Sekarang  hampir 20 tahun  saya siaran blues, saya juga memiliki koleksi Piringan Hitam dan CD Blues, yang tidak terlalu banyak, tapi lumayan lah. Pernah menjadi Ketua Komunitas Blues Bandung ( 2001-2002) dan sekarang penasihat di Bandung Blues Society, pendiri perpustakaan film musik blues Bandung dan memiliki buku-buku blues penting, seperti DEEP BLUES dari Robert Plamer,  CROSS ROAD , biografi Eric Clapton , Buku BABY LET ME FOLLOW YOU DOWN, buku tentang DOORS, HENDRIX dll.  Dan sekarang saya masih suka Led Zeppelin, Deep Purple, Chicago, Earth Wind And Fire, Genesis, Yes dll, dan tentu juga BLUES. Dan  Blues ternyata merupakan suatu jenis musik yang unik, ia merupakan lautan luas tersendiri. Paling tidak itulah yang saya rasakan. Makin banyak literatur yang dibaca, terasa makin sedikitlah pengetahuan saya, dalam arti ingin membaca literatur lebih banyak lagi. Ingin belajar lebih banyak lagi. Dan itulah yang saya lakukan. Untuk mendapatkan literatur kadang terkendala biaya. Oleh karena itu saya banyak belajar dari teman-teman musisi yang ada di sekiatar saya, baik mereka yang sudah senior maupun pemula. Sering saya mendapat hal-hal baru dari situ.

potrer diri 2  (BS)

Lalu apa tujuan dibuat Blog Onestop Blues?  Tiada lain tiada bukan adalah untuk membagikan sedikit pengetahuan yang telah saya miliki pada teman-teman pecinta Blues,  selain juga obsesi  untuk menghadirkan sebuah media musik yang idependen, menghibur dan mudah-mudahan juga ada sisi edukasinya, pada teman-teman semua. Dan saya juga akan merasa bersyukur jika media ini bisa menjadi alat pemersatu pecinta blues, khususnya pecinta Blues yang mengerti bahasa Indonesia. Semoga.

Salam Hangat.

Bandung 12 September  2009

HADI PRAMONO

10 Responses to “TENTANG PENULIS”

  1. Slireebrora says:

    hi all my best world !!!

  2. Budi Abuy says:

    Saya tertarik untuk bergabung kang Hadi sebagai penulis…maju terusss!

  3. Tom Colvin says:

    I am so happy that I could read your bio, courtesy of Google Translate. What an amazing champion of the blues you have been, for so many years! I look forward to visiting Blues Mara in Bandung one of these days.

  4. dani says:

    mas, cuma pengen tanya kabar bahwa Andiyono Arie telah berpulang. Apa ini benar dan kapan? Makasih

  5. ardhiansyah says:

    kang hadi you are my inspiration.. .
    i love blues.

  6. sakya says:

    Salam Blues,

    Saya dan teman-teman akan menyelenggarakan acara konser musik Blues pada waktu dekat ini. Oleh karena itu, boleh saya minta bantuan Kang Hadi untuk memberikan daftar komunitas Blues di Jabodetabek yang kiranya dapat kami undang?

    Terima kasih.

  7. jbf says:

    Djarum Super International and Inablues Association Present
    “Djarum Super International Jakarta Blues Festival 2012″
    13 Oktober 2012 at Tennis Indoor,
    the International artist :
    Davy Knowles (UK), Jan Akkerman (Netherland), Guy Davis (USA), Bill Sims Jr (USA), Bleu Rascals (Philippine)
    and also perform Indonesia Artist : Kotak, Naif, Gugun Blues Shelter, The Sigit, Endah and Rhesa, Jemima, Balawan and Friends, Jakarta Broadway Team and many moreee..
    Supported By:
    PT Bank Central Asia Tbk.
    PT Pembangunan Perumahan Tbk. (Persero)
    PT Pertamina (Persero)
    Bintang
    Garuda Indonesia
    Enjoy Jakarta
    Partner Public Relationship : Ora et Labora Entertainment
    Follow our twitter : @jakbluesfest, @EOoraetlabora
    More information and ticketing : Presale ticket Rp. 150.000 until 6 Oktober 2012.
    Regular ticket Rp. 200.000
    Contact :
    dana dwi satria (volunteer jbf)
    (085691440529/2859f612)

  8. someone sleep for 2 years from blues says:

    Pa Hadi, ada baiknya kalau di website ini mencantumkan bagian donasi yg isinya mencantumkan nomor rekening untuk donasi. Dan bagus juga mencantumkan alamat kontak, baik email atau nomor hp. Untuk memudahkan bagi pihak yang ingin mensupport dana, pihak yang ingin lebih dekat, pihak yang ingin support atau pihak yang ingin bekerja sama bikin event, dll.

  9. bluesmara says:

    Wah menarik nih terimakasih atas sarannya……

  10. someone sleep for 2 years from blues says:

    Sami2, Pa Hadi. Ditunggu halaman donasi dan kontaknya (email & hp) ya.
    Hatur nuhun.

Leave a Response