Sabtu Tanggal 24 Mei ini di Solo akan digelar Solo Blues Festival dengan menampilkan al. Ginda Bestari dan Rama Satria and The Electric Mojos @ Bagi warga Surabaya yang ingin nge Blues bisa datang ke Rodo Cafe di Jl Arif Rahman Hakim, tiap Kamis malam pada acara regular dari Surabaya Blues Community@ Per Januari 2014 BLUES SONORA di Radio Sonora Bandung 93,3 FM mengudara tiap hari Jum'at mulai pukul 21.00 -24.00 WIB. @YANG INGIN TAHU BREAKING NEWS BLUES follow twitter @onestopblues

GERAKAN BLUES DI SURABAYA MELALUI ULANG TAHUN SURABAYA BLUES COMMUNITY I

Blues menggeliat di banyak kota  besar di Indonesia, rasanya bukanlah ungkapan yang terlalu berlebihan. Sejak beberapa tahun belakangan ini  telah berdiri komunitas-komunitas blues yang mewadahi dan menghimpun para pecinta maupun pemusik blues di Jakarta ada Komunitas Break Time, di Bogor ada komunitas Bogor Blues Community, Di Cianjur ada Cianjur Blues Society, di Bandung ada Bandung Blues Society, di Tegal ada Tegal Blues Community, di Jogya ada Jogja Blues Forum, di Solo ada Solo Blues Brother, di Bali ada Bali Blues Island.  Usia komunitas- komunitas ini bervariasi,  Bandung Blues Society  bulan Maret lalu berusia enam tahun,  Break Time beberapa Maret yang lalu merayakan ulang tahunnya yang ke tiga, Cianjur Blues Society juga telah merayakan ulang tahunnya yang ke 1 beberapa bulan yang lalu. Yang menggembirakan pada umumnya komunitas komunitas ini mempunyai program reguler, yang memungkinkan terjadinya proses silih asah silih asih  yang memungkinkan tumbuh kembangnya musik blues di berbagai kota tersebut.  Nah sekitar sebulan yang lalu onestopblues mendapat undangan dari Surabaya Blues Community yang menyelenggarakan ulang tahunnya yang pertama, yang digelar pada hari Sabtu 12 April yang lalu. Dan beruntung  Onestopblues bisa memenuhi undangan tersebut dan bisa tahu lebih banyak mengenai situasi blues di kota Pahlawan tersebut .

Ulang tahunnya sendiri dilakasanakan di Cafe Rodo yang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim.  Berlangsung  dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan pengisi band-band dari Surabaya, Solo dan Bandung.  Berlangsung mulai petang hingga pukul 23.00 lebih. Ya walaupun Surabaya Blues Community baru berusia satu tahun, tapi letupan-letupan blues….atau katakanlah embriyo dari lahirnya Surabaya Blues Community sudah terjadi sejak lama, sejak tahun 2003.  ”Ya  saat itu saya dan Mr “D”  siaran blues di radio JJ FM, kami tidak sekedar siaran, tapi band kami  Shine On Blues sering tampil live dari studio, ” ungkap Zakarias Alexander Patinnaya yang mulai jatuh cinta terhadap blues sejak akhir tahun 70 an, antara lain gara-gara ia menemukan kaset kompilasi blues produksi Kings Record volume 4, “Di situ ada lagu  “Gambling Women Blues” dari Freddie King dan lagu-lagu blues menarik lainnya. ”   Sedangkan Mr “D”  yang bernama asli Doddy Hermanto, adalah  pemusik serba bisa, selain trampil bermain gitar, ia juga bisa bermain bas dan piano. Bersama Zakarias Alexander Patinnaya Mr “D” menyebar virus-virus blues melalui udara. Dan membuahkan hasil. “Firman waktu itu datang dan sering datang ke studio, saat itu ia masih mahasiswa di Unair,” ungkap Zakarias Alexander Patinnaya lagi.

Adalah Firmansyah Arif  yang  yang dimaksud Firman oleh Alex. Sekarang  Ia adalah ketua sekaligus motor Surabaya Blues Community.  Dibantu teman-temannya ia bergerilya mencari Cafe untuk diajak bekerjasama membuat event blues regular demi menghidupkan blues di Surabaya. “Cafe nya berpindah-pindah. Tahun lalu ketika kami pertama kali mengadakan event, yang menjadi tonggak kelahiran Surabaya Blues Community tempatnya bukan di sini.” ungkap Firman. Firman sendiri mengakui bahwa inspirasi blues ia dapat dari mendengar siaran blues di JJ FM, sebelum akhirnya juga menjadi penyiar blues di radio tersebut menggantikan dua seniornya Zakarias Alexander Patinnaya dan Mr “D”.  “Sayang pada tahun 2011, radionya berubah orientasi. Menjadi radio ABG, acara blues ditiadakan,”  Beruntung hal ini tidak mematikan semangat Firman dan teman-temannya untuk tetap ,menghidupkan blues di Surabaya.

Onestopblues sendiri mempunyai catatan tersendiri mengenani sosok Firmansyah Arif ini. Kesungguhannya  dalam menggeluti blues tampak nyata ketika di Bandung diselenggarakan event Blues In The Art, yang berlangsung tujuh hari berturut-turut pada September tahun 2013 yang lalu . Ia rela berada di Bandung selama keberadaan event ini, yang  tak lain tentu untuk bisa menyimak atmosfir blues di Bandung sebanyak banyaknya. Dan yang tak kalah menarik ia juga memiliki taste musik yang cukup bagus. Ini terlihat dari cara ia m merekomendasikan band yang ditampilkan di acara Blues In The Art, sebuah band blues bagus yang memiliki karakter boogie blues ala Canned Heat dan John Lee Hooker, yang jarang dimainkan oleh band band blues yang pernah ada/ Grup yang bernama Bluesmates ini layak disejajarkan dengan Electric Cadillac ( Jakarta), atau Yoggi n’ Trouble Makers ( Jogja). Sayang ketika beberapa bulan kemudian Onestopblues menanyakan keberadaan grup ini, ternyata grupnya sudah pecah. Melihat dari penampilan grup-grup yang tampil di acara ulang tahun Surabaya Blues Communty terus terang belum terlihat sebuah band blues yang berkarakter kuat, masih terlihat tampil dengan konsep jammin’ .  Namun dengan semangat yang diperlihatkan pada acara ini, mudah-mudahan SBC bisa melahirkan band-band blues yang memiliki karakter dan konsep yang jelas pada suatu saat nanti. Ya semoga saja.

foto 1 :

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Foto 5

Foto 6

Foto 7

Foto 8

Foto 9

Foto 10

Leave a Response